Ketika berselancar di facebook tidak jarang di timeline akan keluar iklan tawaran pelatihan usaha impor barang dari China. Bahkan kala ke toko buku rasanya tidak susah menemukan buku bersama dengan tema yang sama di antara tumpukan buku lainnya. Geliat industri sang naga dan membanjirnya produk buatan China menambahkan dampak iklim usaha yang besar di Indonesia. Hal ini menciptakan kesempatan usaha membeli barang dari supplier di China yang lantas dijual di sini untuk meraih profit. Fenomena ini mengakibatkan banyak sekali seminar-seminar importir barang dari China bermunculan, terlebih sejak beberapa bulan atau tahun yang lalu. Ini memunculkan sebuah pertanyaan mengikuti seminar atau membaca buku seperti itu worth it atau engga sih? Toh, mayoritas online shop berjamuran di mana-mana mulai dari Instagram, facebook, sampai marketplace seperti tokopedia & bukalapak.

blueraycargo.id

Saya terhitung tidak benar satu orang yang skeptis dan mendorong kamu waspada mengikuti seminar-seminar atau membeli buku bersama dengan tema impor. Alasan nya sederhana, «Jika saya memahami langkah untuk kaya, kenapa saya perlu menambah saingan agar mempersulit usaha saya?». Saya sendiri agak penasaran & coba berdiskusi bersama dengan sejumlah teman yang mengikuti seminar impor, lihat website-website yang tawarkan seminar impor serta membaca sekilas beberapa buku yang mengupas topik ini.

Hasilnya lumayan «mengejutkan». Saya mulai ini seperti mengeksploitasi ketidak tahuan orang untuk dijual mahal & orang dibikin untuk kecanduan mengikuti materi yang diberikan. Salah satu cerita yang agak menyedihkan terhitung berkunjung dari beberapa teman saya yang mengikuti tidak benar satu seminar. Di mana saya lumayan kaget kala tiba-tiba di facebook saya. Saya lihat mereka dibawa berangkat ke Yiwu! Mereka telah menggunakan uang yang lumayan lumayan dan hanya dibawa ke Yiwu! Salah satu agen saya di China lebih-lebih menyebutkan Yiwu adalah tidak benar satu tempat di mana barang mutu jelek dijual! .

Lebih lanjut kembali sejumlah buku atau seminar yang saya temukan tawarkan factory visit ke China tetapi saya tidak menemukan satu pun bukti foto di mana rombongan atau sekurang-kurangnya sang empu datang ke sebuah pabrik yang dapat dikatakan pabrik, bukan home industry. Justru dibawa ke pusat kulakan semacam Yiwu.